Cara Membuat Essay untuk Beasiswa

Daftar Isi
 
Esai merupakan salah satu persyaratan penting dalam mendaftar beasiswa. Hampir semua penyedia beasiswa mempersyaratkan penulisan esai kepada calon pendaftarnya. Nah, bagaimana cara membuat esai yang baik? Berikut adalah pengalaman saya ketika menulis esai untuk mendaftar beasiswa.

Menulis Esai yang Baik

Kali ini saya akan berbagi pengalaman ketika menulis esai. Hal-hal apa saja yang saya lakukan untuk membuat esai yang baik dan sesuai dengan apa yang dipersyaratkan oleh penyedia beasiswa. Menurut saya pribadi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan menulis esai untuk beasiswa.

Yang pertama adalah pahami pertanyaan atau instruksi dari esai yang diberikan oleh penyedia beasiswa. Ketika ingin menulis esai kita harus betul-betul memahami apa yang penyedia beasiswa inginkan dari esai yang kita tulis. Hal apa yang ingin mereka temukan dalam tulisan yang kita buat. Hal ini tentunya dapat terlihat dari pertanyaan atau kisi-kisi esai yang mereka berikan. Contohnya,
Please describe the efforts you have undertaken so far to obtain information on your study options in Australia? (ini merupakan salah satu kisi-kisi pertanyaan untuk beasiswa Australian Award Scholarship)
Pertanyaan diatas kurang lebih memiliki arti seperti ini, "deskripsikan usaha yang sudah kamu lakukan selama ini untuk mendapatkan informasi tentang pilihan studi di Australia?"

Disini, ada tiga kata kunci yang bisa kita garis bawahi yaitu “deskripsi, usaha mendapatkan informasi, dan pilihan studi di australia”.

Setelah menentukan apa kata kunci dari pertanyaan yang diberikan, pahami satu persatu kata kunci tersebut. Untuk kata kunci deskripsi, kamu harus menguraikan, menjelaskan dan bercerita terkait usaha yang selama ini kamu lakukan untuk bisa mendapatkan informasi tentang pendidikan di Australia, terkhusus jurusan atau fakultas yang ingin kamu masuki. Jadi disini kamu bukan hanya membuat atau menyebutkan poin-poin apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mendapatkan informasi tentang pilihan studi di Australia.

Ciri deskripsi yang baik adalah ketika orang lain membaca esai yang kamu buat, mereka sampai dapat membayangkan apa yang kamu tulis. Dan hal tersebut bisa terjadi jika kamu mendeskripsikan dengan detail.

Selanjutnya untuk kata kunci usaha mendapatkan informasi dan kata kunci pilihan studi di Australia, kamu bisa menjelaskan darimana saja sumber yang telah kamu akses untuk mendapatkan informasi terkait study di Australia. Disini kamu bisa menjelaskan bahwa kamu pernah membaca informasi di web resmi, cerita orang lain di internet, mengikuti seminar baik offline maupun online, mendatangi pameran pendidikan atau memiliki teman yang kuliah di Australia.

Dengan memahami apa yang menjadi inti dari pertanyaan atau kisi-kisi esai, maka kalian akan meminimalisir kecendrungan untuk menuliskan hal-hal yang tidak penting atau berlebihan di dalam tulisan kalian.

Yang kedua yang perlu diperhatikan adalah membuat kerangka tulisan. Sebelum mulai menulis, usahakan kalian menyusun kerangka tulisannya terlebih dahulu. Jangan mulai menulis ketika kalian belum memiliki kerangka tulisan, karena hal ini akan menjadikan tulisan kalian tidak terarah dan mudah untuk keluar dari kata kunci dari kisi-kisi esai. Buatlah kerangka tulisan kalian dengan menuliskan pokok-pokok ide terkait jawaban dari esai yang ingin kalian tulis.

Yang ketiga adalah struktur tulisan. Dalam membuat esai untuk beasiswa, buat tulisan kalian itu strike to the point, padat, dan jelas. Usahakan dalam satu paragraf hanya berisikan datu ide pokok. Dan ide pokok itulah yang fokus di bahas dalam satu paragraf tersebut. Dari pengalaman saya, ketika menulis esai saya membagi satu paragraf itu kedalah beberapa bagian.
  1. Main idea/ide pokok
  2. Supporting sentence/kalimat pendukung. Bisa berupa contoh kasus atau fakta yang kalian jelaskan untuk mendukung ide pokok.
  3. Conluding sentence/kesimpulan. Simpulkan paragraf dengan kembali pada ide pokok dan penjelasan singkat tentang kalimat pendukung yang kalian tulis sebelumnya.
Yang keempat adalah jujur dalam menulis. Ketika menjawab pertanyaan atau kisi-kisi esai, mungkin kita tergoda untuk bercerita dengan hiperbolik dengan harapan bahwa examiner beasiswa bisa terkesan dengan apa yang kita tulis. 

Saya pribadi tidak menyarankan kalian untuk seperti itu, sebaik-baik esai adalah esai yang kalian buat dengan jujur. Karena jika kalian menulis esai secara berlebihan, maka ini akan bisa terlihat ketika kalian wawancara, dan ini bisa menjadi aspek negatif yang bisa di tangkap oleh examiner.

Nah itu dia hal-hal yang bisa saya bagi kepada kalian terkait pengalaman saya dalam menulis esai untuk beasiswa. Jika ada yang keliru atau kurang, mohon diluruskan. Kalian bisa tulis di kolom komentar semua masukan dan tambahan jika kalian rasa ada yang kurang dari apa yang saya tuliskan.

Semoga bermanfaat.