Apa Itu Media Pembelajaran? Panduan Dasar untuk Guru Sekolah Dasar

Table of Contents

Pembelajaran di sekolah dasar tidak selalu menjadi lebih mudah hanya karena guru sudah menjelaskan materi dengan lengkap. Ada konsep yang dapat dipahami siswa melalui penjelasan lisan, tetapi ada pula konsep yang membutuhkan gambar, benda konkret, model, permainan, video, atau bentuk representasi lainnya agar lebih mudah dipahami.

Bayangkan seorang guru sedang mengajarkan pecahan. Guru dapat menuliskan 1/2 dan 1/4 di papan tulis lalu menjelaskan bahwa 1/2 lebih besar daripada 1/4. Namun, bagi sebagian siswa sekolah dasar, simbol tersebut masih cukup abstrak.

Ketika guru menggunakan dua lingkaran kertas, membagi lingkaran pertama menjadi dua bagian dan lingkaran kedua menjadi empat bagian, siswa dapat melihat perbedaannya secara langsung. Konsep yang sebelumnya hanya berupa simbol berubah menjadi pengalaman yang dapat diamati.

Di sinilah media pembelajaran memiliki peran penting.

Media pembelajaran bukan sekadar alat untuk membuat kelas lebih menarik. Media digunakan untuk membantu siswa memperoleh informasi, memahami konsep, melakukan aktivitas belajar, dan pada akhirnya mencapai tujuan pembelajaran.

Lalu, apa itu media pembelajaran, apa saja jenisnya, dan bagaimana guru memilih media yang tepat untuk siswa sekolah dasar? Mari kita bahas secara bertahap.

Apa Itu Media Pembelajaran?

Secara sederhana, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk membantu menyampaikan informasi dan menciptakan pengalaman belajar agar siswa lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran.

Media tersebut dapat berupa benda yang sangat sederhana maupun teknologi yang lebih kompleks.

Contohnya antara lain:

  • benda nyata;

  • gambar;

  • poster;

  • flashcard;

  • model;

  • alat peraga;

  • manipulatif;

  • buku;

  • lembar kerja;

  • permainan;

  • audio;

  • video;

  • animasi;

  • presentasi digital;

  • aplikasi pembelajaran;

  • website edukasi;

  • simulasi; dan

  • platform kuis interaktif.

Dengan pengertian tersebut, media pembelajaran tidak harus selalu berbentuk perangkat elektronik.

Ketika seorang guru menggunakan beberapa tutup botol untuk membantu siswa memahami konsep perkalian, tutup botol tersebut dapat berfungsi sebagai media pembelajaran.

Ketika siswa mengamati tanaman asli untuk mempelajari bagian-bagian tumbuhan, tanaman tersebut juga menjadi media pembelajaran.

Begitu juga ketika guru menggunakan animasi untuk menunjukkan proses pergerakan planet yang sulit diamati secara langsung.

Hal terpenting bukanlah bentuk medianya, melainkan fungsi media tersebut dalam membantu terjadinya proses belajar.

Media Pembelajaran Bukan Sekadar Alat yang Digunakan Guru

Media pembelajaran sering dipahami sebagai alat yang digunakan guru ketika menjelaskan materi.

Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi masih terlalu sempit.

Media seharusnya tidak hanya membantu guru mengajar, tetapi juga membantu siswa belajar.

Perbedaannya cukup penting.

Misalnya, guru menampilkan presentasi PowerPoint berisi banyak teks sementara siswa hanya duduk dan membaca isi layar. Secara teknis guru memang menggunakan media digital, tetapi belum tentu media tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih baik.

Bandingkan dengan kondisi ketika siswa memperoleh beberapa kartu bergambar hewan kemudian diminta:

  1. mengamati setiap gambar;

  2. membandingkan karakteristik hewan;

  3. mengelompokkan kartu;

  4. mendiskusikan alasan pengelompokannya; dan

  5. menjelaskan hasilnya kepada teman.

Dalam contoh kedua, kartu tidak hanya digunakan untuk memperlihatkan informasi. Media menjadi bagian dari aktivitas belajar siswa.

Karena itu, ketika memilih media, guru sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Media apa yang akan saya gunakan untuk menjelaskan materi?”

Tetapi juga:

“Apa yang akan dilakukan siswa dengan media tersebut?”

Mengapa Media Pembelajaran Penting di Sekolah Dasar?

Siswa sekolah dasar masih membutuhkan banyak kesempatan untuk menghubungkan konsep dengan pengalaman yang dapat mereka lihat, sentuh, manipulasi, bandingkan, atau amati secara langsung.

Tidak semua konsep dalam kurikulum dapat dipahami dengan mudah hanya melalui penjelasan verbal.

Misalnya, siswa mempelajari:

  • nilai tempat;

  • pecahan;

  • bentuk bangun ruang;

  • sistem pencernaan;

  • daur air;

  • tata surya;

  • gaya;

  • siklus hidup makhluk hidup; atau

  • hubungan antara suatu proses dengan proses lainnya.

Beberapa konsep tersebut dapat menjadi lebih mudah dipahami jika guru menggunakan representasi yang sesuai.

Dalam pembelajaran nilai tempat, misalnya, base ten blocks dapat membantu siswa melihat hubungan antara satuan, puluhan, dan ratusan.

Dalam pembelajaran sistem pencernaan, model organ atau diagram dapat membantu siswa memahami posisi serta urutan organ.

Dalam pembelajaran tata surya, animasi dapat membantu siswa mengamati pergerakan yang tidak mungkin diperlihatkan secara langsung dalam ruang kelas.

Media dengan demikian menjadi jembatan antara informasi dengan pengalaman belajar siswa.

Namun, penggunaan media tetap harus memiliki tujuan yang jelas.

Media yang terlihat menarik belum tentu menjadi media yang tepat.

Apa Fungsi Media Pembelajaran?

Secara umum, media pembelajaran dapat membantu siswa memahami informasi dan memperoleh pengalaman belajar dengan lebih baik.

Beberapa fungsi penting media pembelajaran antara lain:

1. Mengkonkretkan Konsep yang Abstrak

Konsep seperti pecahan, nilai tempat, volume, atau berbagai proses dalam IPA terkadang sulit dipahami jika hanya disajikan dalam bentuk simbol atau penjelasan.

Benda konkret dan manipulatif dapat membantu siswa melihat representasi konsep tersebut.

Sebagai contoh, siswa dapat menggunakan fraction tiles untuk membandingkan 1/2 dan 1/4 sebelum mereka mengerjakan soal menggunakan simbol matematika.

2. Memvisualisasikan Informasi

Ada informasi yang sulit dijelaskan hanya menggunakan kata-kata.

Diagram, model, gambar, dan video dapat membantu siswa melihat hubungan antara bagian atau tahapan suatu proses.

3. Membantu Memusatkan Perhatian

Media yang dirancang dengan baik dapat membantu siswa mengetahui informasi mana yang perlu diperhatikan.

Hal ini tidak berarti semakin ramai tampilan media semakin baik. Justru, visual yang sederhana dan relevan sering kali lebih efektif dibandingkan tampilan yang penuh dekorasi.

4. Mendorong Keterlibatan Siswa

Media dapat dirancang agar siswa melakukan aktivitas seperti:

  • mengurutkan;

  • mengelompokkan;

  • membandingkan;

  • mencocokkan;

  • membangun;

  • mengamati;

  • memecahkan masalah; atau

  • menjelaskan.

5. Memberikan Pengalaman Belajar yang Lebih Bermakna

Siswa dapat memperoleh hubungan yang lebih kuat antara materi dan dunia nyata ketika media digunakan secara kontekstual.

6. Menyediakan Beragam Representasi

Satu konsep dapat disajikan melalui teks, gambar, benda konkret, diagram, audio, video, atau aktivitas.

Beragam representasi tersebut dapat membantu siswa melihat konsep dari beberapa sudut pandang.

7. Mendukung Pencapaian Tujuan Pembelajaran

Pada akhirnya, media digunakan agar siswa lebih mudah mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Pembahasan lebih lengkap mengenai bagian ini dapat dibaca pada artikel 7 Fungsi Media Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Contoh Penerapannya.

Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Media pembelajaran dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara.

Untuk kebutuhan praktis guru sekolah dasar, media dapat dibedakan secara sederhana menjadi media non-digital dan media digital.

Media Pembelajaran Non-Digital

Media pembelajaran non-digital adalah media yang dapat digunakan tanpa bergantung pada teknologi digital.

Contohnya:

  • benda nyata;

  • flashcard;

  • poster;

  • kartu kata;

  • kartu angka;

  • papan permainan;

  • manipulatif matematika;

  • model;

  • diorama;

  • puzzle;

  • gambar cetak;

  • buku;

  • lembar kerja;

  • peta; dan

  • benda-benda yang terdapat di lingkungan sekitar.

Media non-digital tetap sangat relevan dalam pembelajaran sekolah dasar.

Misalnya, guru dapat menggunakan:

tutup botol untuk berhitung,

stik es krim untuk membuat pola,

fraction tiles untuk pecahan,

tanaman asli untuk observasi,

atau flashcard untuk aktivitas klasifikasi.

Keunggulan media non-digital adalah siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan objek dan tidak selalu membutuhkan perangkat atau koneksi internet.

Untuk contoh yang lebih lengkap, baca Contoh Media Pembelajaran Non-Digital yang Mudah Dibuat Guru SD.

Media Pembelajaran Digital

Media pembelajaran digital memanfaatkan perangkat atau teknologi digital untuk menyajikan informasi atau menciptakan aktivitas belajar.

Contohnya:

  • video pembelajaran;

  • animasi;

  • presentasi interaktif;

  • simulasi;

  • game edukasi;

  • aplikasi pembelajaran;

  • website;

  • e-book;

  • kuis digital;

  • augmented reality;

  • virtual reality; dan

  • berbagai platform EdTech.

Media digital dapat memberikan beberapa kemungkinan yang sulit dilakukan media non-digital.

Misalnya, siswa dapat:

  • melihat animasi pergerakan planet;

  • menjalankan simulasi sains;

  • memperoleh feedback langsung melalui kuis;

  • memperbesar gambar objek yang sangat kecil;

  • mendengarkan pengucapan bahasa;

  • mengakses berbagai sumber belajar; atau

  • berkolaborasi melalui platform digital.

Namun, penggunaan media digital tetap perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran.

Sebuah aplikasi tidak otomatis menjadi pilihan terbaik hanya karena memiliki banyak fitur.

Pembahasan mengenai perbandingan kedua jenis media tersebut dapat dibaca dalam artikel Media Pembelajaran Digital dan Non-Digital: Mana yang Lebih Cocok untuk Anak SD?

Apakah Media Digital Lebih Baik daripada Media Non-Digital?

Tidak.

Media digital tidak selalu lebih baik daripada media non-digital, begitu juga sebaliknya.

Pilihan terbaik bergantung pada apa yang perlu dipelajari dan dilakukan siswa.

Sebagai contoh, dalam pembelajaran pecahan untuk siswa yang baru mengenal konsep tersebut, benda manipulatif dapat memberikan pengalaman yang lebih konkret dibandingkan video.

Namun, untuk menjelaskan pergerakan planet dalam tata surya, animasi dapat memberikan visualisasi yang lebih baik daripada penjelasan verbal saja.

Dalam pembelajaran tentang bagian tumbuhan, membawa tanaman nyata mungkin menjadi pilihan terbaik.

Artinya, guru tidak perlu memilih antara:

digital atau non-digital

sebagai dua pilihan yang saling bertentangan.

Dalam banyak pembelajaran, keduanya dapat digunakan secara berurutan atau dikombinasikan.

Contohnya:

Benda konkret → gambar → representasi simbolik → latihan digital

atau:

Video → diskusi → eksperimen → lembar refleksi

Prinsip utamanya tetap sama:

Media terbaik bukanlah media yang paling modern atau canggih, tetapi media yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.

Apa Perbedaan Media Pembelajaran, Alat Peraga, dan Sumber Belajar?

Ketiga istilah ini sering digunakan secara bergantian, padahal memiliki penekanan yang berbeda.

Media Pembelajaran

Media pembelajaran digunakan untuk membantu proses penyampaian informasi dan menciptakan pengalaman belajar.

Contohnya:

  • video;

  • gambar;

  • flashcard;

  • model;

  • manipulatif;

  • simulasi.

Alat Peraga

Alat peraga umumnya digunakan untuk membantu memperlihatkan atau memperagakan suatu konsep agar lebih mudah diamati.

Misalnya:

  • model organ manusia;

  • model bangun ruang;

  • globe;

  • model tata surya.

Dalam praktiknya, alat peraga dapat menjadi bagian dari media pembelajaran jika digunakan dalam kegiatan belajar.

Sumber Belajar

Sumber belajar memiliki cakupan yang lebih luas.

Sumber belajar dapat berupa:

  • buku;

  • lingkungan;

  • manusia;

  • museum;

  • website;

  • narasumber;

  • objek nyata;

  • pengalaman;

  • media; dan

  • berbagai sumber informasi lainnya.

Dengan demikian, sebuah media dapat menjadi sumber belajar, tetapi sumber belajar tidak selalu berbentuk media yang dirancang khusus untuk pembelajaran.

Bagi guru, hal terpenting bukan menghafalkan batas setiap istilah, tetapi memahami bagaimana sumber dan media tersebut dapat membantu siswa belajar.

Contoh Media Pembelajaran untuk Siswa SD

Berikut beberapa contoh media yang dapat digunakan berdasarkan mata pelajaran atau konsep.

Mata Pelajaran/TopikContoh Media
Matematika – nilai tempat Base ten blocks
Matematika – pecahan Fraction tiles
Matematika – geometriTangram dan geoboard
IPA – bagian tumbuhanTanaman nyata
IPA – sistem pencernaanModel organ atau diagram
IPA – tata suryaModel atau animasi
Bahasa IndonesiaKartu kata dan picture cards
Bahasa InggrisFlashcard dan audio
IPSPeta dan globe
Berbagai mata pelajaranQuiz digital dan board game

Daftar tersebut menunjukkan bahwa jenis media sangat beragam.

Guru tidak perlu menggunakan semua media dalam satu pembelajaran.

Satu atau dua media yang tepat sering kali lebih baik daripada menggunakan terlalu banyak media tanpa tujuan yang jelas.

Contoh Penerapan Media Pembelajaran di Kelas

Mari kita lihat beberapa contoh sederhana.

Contoh 1: Pecahan

Tujuan pembelajaran:
Siswa mampu membandingkan nilai dua pecahan.

Media:
Fraction tiles.

Aktivitas:
Siswa menyusun dan membandingkan beberapa potongan pecahan, kemudian menjelaskan mengapa satu pecahan lebih besar atau lebih kecil daripada pecahan lainnya.

Di sini media digunakan untuk membantu siswa mengkonkretkan konsep.

Contoh 2: Sistem Pencernaan

Tujuan pembelajaran:
Siswa mampu mengidentifikasi organ utama dalam sistem pencernaan dan menjelaskan urutannya.

Media:
Model atau diagram sistem pencernaan.

Aktivitas:
Siswa mengamati model, menempatkan kartu nama organ, lalu menjelaskan perjalanan makanan.

Media membantu siswa memvisualisasikan hubungan antarorgan.

Contoh 3: Klasifikasi Hewan

Tujuan pembelajaran:
Siswa mampu mengelompokkan hewan berdasarkan karakteristik tertentu.

Media:
Kartu bergambar hewan.

Aktivitas:
Siswa bekerja dalam kelompok, mengelompokkan kartu, kemudian menjelaskan alasan pengelompokannya.

Media digunakan untuk mendorong aktivitas berpikir dan diskusi, bukan hanya sebagai gambar yang dilihat.

Bagaimana Memilih Media Pembelajaran yang Tepat?

Kesalahan yang cukup umum adalah memilih media terlebih dahulu, kemudian mencari aktivitas yang dapat dilakukan menggunakan media tersebut.

Misalnya:

“Saya ingin menggunakan Quizizz hari ini. Materi apa yang bisa saya masukkan?”

Pendekatan yang lebih tepat adalah memulai dari tujuan pembelajaran.

Guru dapat menggunakan alur berikut:

Tujuan pembelajaran → konsep yang harus dipahami → aktivitas siswa → media yang dibutuhkan

Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu.

1. Apa Tujuan Pembelajarannya?

Tentukan terlebih dahulu apa yang harus mampu dilakukan siswa.

Misalnya:

Siswa mampu menjelaskan proses daur air.

Tujuan seperti ini memberikan arah yang lebih jelas daripada sekadar menentukan topik “Daur Air”.

2. Apa yang Sulit Dipahami Siswa?

Identifikasi bagian materi yang mungkin membutuhkan bantuan representasi.

Dalam daur air, misalnya, siswa perlu memahami bahwa air mengalami perubahan melalui proses yang terjadi secara berulang.

3. Apa yang Perlu Dilakukan Siswa?

Apakah siswa perlu:

  • mengamati;

  • membandingkan;

  • mengelompokkan;

  • membuat;

  • mempraktikkan;

  • menyusun;

  • berdiskusi; atau

  • memecahkan masalah?

4. Media Apa yang Membantu Aktivitas Tersebut?

Barulah media dipilih.

Untuk daur air, guru mungkin menggunakan:

  • diagram;

  • eksperimen sederhana;

  • kartu urutan;

  • atau animasi.

Pilihan tersebut ditentukan berdasarkan aktivitas siswa, bukan semata-mata karena medianya menarik.

Apakah Media yang Menarik Pasti Efektif?

Belum tentu.

Media yang memiliki warna cerah, animasi, suara, dan banyak efek memang dapat menarik perhatian siswa.

Namun, perhatian tidak selalu berarti belajar.

Terlalu banyak informasi bahkan dapat membuat siswa kesulitan menentukan bagian mana yang penting.

Misalnya, sebuah slide berisi:

  • banyak tulisan;

  • beberapa karakter kartun;

  • animasi bergerak;

  • musik;

  • ikon;

  • warna yang berbeda-beda.

Secara visual mungkin terlihat ramai dan menarik, tetapi belum tentu membantu siswa memahami konsep.

Sebaliknya, satu diagram sederhana dengan pertanyaan yang tepat dapat lebih bermanfaat.

Karena itu, media sebaiknya tidak hanya dinilai dari pertanyaan:

“Apakah siswa menyukainya?”

Tetapi juga:

“Apakah media ini membantu siswa memahami sesuatu yang sebelumnya sulit dipahami?”

Apakah Semakin Canggih Media, Semakin Baik Pembelajarannya?

Tidak.

Teknologi yang canggih tetap merupakan alat.

Misalnya, guru dapat menggunakan smartboard yang mahal hanya untuk menampilkan teks yang sebenarnya dapat ditulis di papan tulis.

Pada situasi tersebut, teknologi belum memberikan nilai tambah yang berarti.

Sebaliknya, guru dapat menggunakan lima lembar kertas sederhana untuk membantu siswa menemukan konsep pecahan melalui aktivitas yang dirancang dengan baik.

Teknologi menjadi bernilai ketika memberikan pengalaman yang sulit atau tidak efisien dilakukan tanpa teknologi.

Contohnya:

  • simulasi eksperimen yang berbahaya;

  • visualisasi proses yang berlangsung sangat cepat atau sangat lambat;

  • feedback langsung;

  • kolaborasi jarak jauh;

  • akses pada sumber belajar yang luas;

  • manipulasi objek virtual.

Jadi, pertanyaannya bukan:

“Apakah media ini digital?”

atau:

“Apakah media ini canggih?”

Melainkan:

“Apa nilai tambah media ini terhadap proses belajar siswa?”

Media Pembelajaran dan Peran Guru

Penggunaan media tidak mengurangi pentingnya peran guru.

Justru, guru menentukan apakah sebuah media menjadi bermakna atau hanya sekadar dekorasi.

Guru tetap perlu:

  • menentukan tujuan;

  • memilih media;

  • memberikan instruksi;

  • mengajukan pertanyaan;

  • mengamati siswa;

  • memberikan feedback;

  • menghubungkan aktivitas dengan konsep; dan

  • membantu siswa melakukan refleksi.

Video yang bagus belum tentu menghasilkan pembelajaran jika siswa hanya menontonnya tanpa tujuan.

Sebaliknya, video pendek dapat menjadi media yang sangat efektif jika guru meminta siswa:

  • memprediksi;

  • mengamati bagian tertentu;

  • mencatat bukti;

  • membandingkan;

  • mendiskusikan; atau

  • menjelaskan kembali.

Dengan demikian, kualitas media dan kualitas desain pembelajaran harus berjalan bersama.

Media Pembelajaran dan Artificial Intelligence

Perkembangan Artificial Intelligence memberikan lebih banyak pilihan bagi guru untuk mengembangkan media pembelajaran.

AI dapat membantu guru:

  • menghasilkan ide aktivitas;

  • membuat ilustrasi;

  • menyusun contoh soal;

  • menghasilkan variasi teks;

  • membuat rancangan awal worksheet;

  • membuat skenario pembelajaran; atau

  • mengorganisasi sumber.

Namun, media yang dibuat menggunakan AI tetap perlu ditinjau guru.

Guru perlu memeriksa:

  • akurasi informasi;

  • kesesuaian usia;

  • konteks budaya;

  • bahasa;

  • tujuan pembelajaran;

  • potensi bias; dan

  • kualitas visual.

AI dapat membantu proses pengembangan media, tetapi keputusan pedagogis tetap menjadi tanggung jawab guru.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menggunakan Media Pembelajaran

Menggunakan Media Hanya karena Sedang Tren

Platform tertentu mungkin sedang populer, tetapi belum tentu sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Menggunakan Terlalu Banyak Media

Banyak media tidak selalu berarti pembelajaran lebih baik.

Gunakan media yang memang memiliki fungsi.

Fokus pada Tampilan, Bukan Aktivitas

Media yang cantik tetapi hanya membuat siswa pasif tidak selalu lebih baik daripada media sederhana yang membuat siswa berpikir dan berdiskusi.

Tidak Mempertimbangkan Kondisi Sekolah

Internet, perangkat, jumlah siswa, waktu, dan ruang kelas perlu dipertimbangkan.

Menganggap Media sebagai Pengganti Guru

Media membantu pembelajaran, bukan menggantikan fungsi guru dalam membimbing dan mengambil keputusan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Media Pembelajaran

Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran?

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk membantu menyampaikan informasi dan menciptakan pengalaman belajar agar siswa lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran.

Apa saja contoh media pembelajaran?

Contohnya antara lain benda nyata, flashcard, model, manipulatif, poster, buku, video, animasi, aplikasi, simulasi, game edukasi, dan platform kuis digital.

Apa fungsi media pembelajaran?

Media dapat membantu mengkonkretkan konsep, memvisualisasikan informasi, memusatkan perhatian, meningkatkan keterlibatan siswa, memberikan berbagai representasi, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

Apa perbedaan media digital dan non-digital?

Media digital menggunakan teknologi atau perangkat digital, sedangkan media non-digital dapat digunakan tanpa bergantung pada teknologi digital. Keduanya dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Apakah media pembelajaran harus menggunakan teknologi?

Tidak. Benda konkret, kartu, model, poster, manipulatif, dan berbagai benda di lingkungan sekitar dapat menjadi media pembelajaran.

Bagaimana menentukan media yang tepat?

Mulailah dari tujuan pembelajaran, kemudian tentukan konsep yang perlu dipahami siswa, aktivitas yang harus dilakukan, dan baru pilih media yang paling mendukung aktivitas tersebut.

Kesimpulan

Media pembelajaran adalah sarana yang membantu siswa memperoleh informasi dan pengalaman belajar sehingga mereka lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran.

Media dapat berbentuk sangat sederhana, seperti kertas, kartu, benda nyata, dan manipulatif, maupun berbentuk digital seperti video, animasi, simulasi, dan aplikasi pembelajaran.

Namun, kualitas pembelajaran tidak ditentukan oleh seberapa canggih media yang digunakan.

Media menjadi bermakna ketika digunakan untuk membantu siswa:

  • melihat;

  • mengamati;

  • membandingkan;

  • mengelompokkan;

  • memanipulasi;

  • berdiskusi;

  • mencoba;

  • memecahkan masalah; dan

  • membangun pemahaman.

Karena itu, ketika merencanakan pembelajaran, guru tidak perlu memulai dengan pertanyaan:

“Media apa yang akan saya gunakan?”

Mulailah dengan:

“Apa yang perlu dipahami dan dilakukan siswa?”

Setelah pertanyaan tersebut terjawab, pemilihan media menjadi jauh lebih terarah.

Media terbaik bukanlah media yang paling modern, mahal, atau canggih. Media terbaik adalah media yang paling membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

Untuk memperdalam topik ini, Anda dapat melanjutkan membaca 7 Fungsi Media Pembelajaran di Sekolah Dasar dan Contoh Penerapannya, Media Pembelajaran Digital dan Non-Digital, serta Contoh Media Pembelajaran Non-Digital yang Mudah Dibuat Guru SD.

Tentang Penulis

Ainun Najib Alfatih, M.Ed. adalah dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan praktisi pendidikan yang memiliki perhatian pada media pembelajaran, teknologi pendidikan, computational thinking, literasi digital, Artificial Intelligence dalam pendidikan, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran sekolah dasar.

Melalui Edoemedia, ia berbagi konsep, pengalaman, ide, serta panduan praktis yang membantu guru dan calon guru merancang pembelajaran dengan menempatkan kebutuhan belajar siswa sebagai pertimbangan utama.